Kedua tangan itu terlihat begitu terlatih, memainkan dua alat pencungkil terbuat dari besi, membuka ban depan sepeda motor yang mampir malam itu. Hanya sesaat ban dalam sudah berhasil dikeluarkan, sang montir kemudian mengisikan angin kedalamnya, terdengar suara mendesis, ban itu memang bocor. Dicarinya sebuah batang korek api, ditutupnya lubang kecil itu. Tak perlu waktu yang lama untuk menemukan sumber kebocoran. Penampilan meyakinkan itu membuahkan senyum puas di wajah si pemilik sepeda motor.
Langkah selanjutnya adalah menambal kebocoran itu. Mula-mula digosoknya bagian sekitar lubang dengan sebuah batang logam yang kasar, semacam amplas. Lalu diambilnya karet penambal yang sudah mengandung lem, ditempelkannya menutup lubang. Setelah dipanaskan selama beberapa menit, lubang tadi sudah tertambal dengan sempurna. Sang pemilik sepeda motor bersiap-siap melanjutkan perjalanan pulangnya.
Sebelum memasang kembali ban dalam yang sudah ditambal itu, sang montir melakukan pemeriksaan kembali. Diisinya dengan angin, kemudian dicelupkannya sedikit-sedikit ban tersebut ke dalam air. Ada gelembung-gelembung air keluar! Ternyata lubangnya bukan hanya di satu tempat. Senyum sang pemilik sepeda motor menghilang, berganti dengan raut kekesalan. Ia masih harus menunggu lagi beberapa puluh menit.
Adegan singkat tersebut memperagakan kegagalan sistem inspeksi dalam suatu proses. Sang montir tidak melakukan inspeksi yang benar sejak awal. Ia cukup yakin dengan hasil pengamatannya, lubang itu sudah sangat jelas terlihat. Ia terlalu menganggap ringan hal tersebut, mungkin karena sudah sangat terbiasa.
Dalam dunia industri, hal ini sering terjadi. Pekerjaan ulang harus dilakukan karena inspeksi yang benar tidak dilakukan sejak awal. Akibatnya, ada waktu terbuang, material terbuang, dan yang lebih penting lagi adalah kekecewaan pelanggan. Sedikit usaha keras di awal proses akan sangat bermanfaat dalam mencegah kerugian yang mungkin terjadi.
Do It Right from the Beginning!
Kenali Suara Mobil 'Sakit' dari Bunyinya
Jika anda mulai mendengar bunyi-bunyian aneh yang bersumber pada mesin, coba periksa. Karena bunyi pada mesin tersebut, merupakan tanda adanya kerusakan pada bagian tersebut seperti berikut ini:
1. Suara klik-klik yang teratur. Penyebabnya : pergerakan katup. Untuk perbaikan : lakukan pengesetan celah bebas katup ke bengkel.
2. Suara dentingan pada saat ada beban atau putaran dipercepat. Penyebabnya : bensin beroktan rendah, endapan karbon, waktu penyalaan yang terlalu cepat. Untuk perbaikan : ganti bensin dengan oktan lebih tinggi, bersihkan endapan karbon dan set waktu penyalaan dengan benar.
Melenyapkan kaca spion berembun
KOMPAS.com — Musim hujan begini, saat berkendara (mobil), visibilitas ke segala arah sangat penting. Makanya, semua potensi halangan pandangan harus disingkirkan, termasuk embun yang muncul di spion akibat perbedaan suhu dan tingkat kelembaban yang tinggi.
Misalnya, uap air yang terbentuk di sekitar kaca dengan embient temperature yang lebih panas. Pada spion samping, hal itu bisa terjadi akibat penumpukan jamur di permukaan kaca.
Kondisi lain, masalah itu muncul kala mobil melesat di jalan tol waktu hujan. Sebab, suhu kaca dan di balik kaca menjadi lebih dingin dari temperatur di luar. Udara panas dari kap mesin tak cukup untuk mengusir embun. Menggunakan defogger merupakan solusi paling ideal. Namun, tidak semua mobil dilengkapi perangkat ini.
Solusi lain, ada cara sederhana, yaitu dengan mengaplikasikan cairan atau semprotan antikabut (antifog). Berikut langkah-langkah pengerjaannya.
• Semprotkan cairan antifog pada permukaan kaca.
• Diamkan beberapa saat untuk memberi formula cairan bekerja.
• Kemudian seka pakai kain dengan gerakan tangan searah, bukan bolak-balik. Metode ini lebih ampuh dan cepat membersihkan residu cairan antifog.
• Untuk menyempurnakan hasil, gosok sekali lagi dengan lap lain yang lebih bersih. Selain lebih bening, kaca pun akan terlindung dari embun. (Trybowo L/Andy Tinggogoy)
Mendeteksi Penyakit Mesin dari Busi
Mendeteksi Penyakit Mesin dari Busi
18 Februari 2010Bila berwarna abu-abu terang atau coklat kemerahan, Anda tenang saja karena berarti mesin berada dalam kondisi fit baik itu kondisi mesin, waktu pengapian dan setting mesin.
Bila ujung insulator, elektroda dan busi tertutup jelaga hitam serta sisa pembakaran yang halus dan kering, sebaiknya Anda segera memeriksa mekanisme cuk,saringan udara dan kalau perlu mengganti busi. Kemungkinan ada yang tidak pas dengan onderdil-onderdil itu. Kalau diabaikan maka konsumsi bahan bakar akan boros, asap berwarna hitam dan sukar start saat mesin dingin.
Warna ujung insulator yang kuning agak coklat muda dan mungkin muncul warna hijau biasanya menunjukkan kemungkinan bensin atau oli yang tercemar air atau aditif yang kurang cocok. Akibatnya, mesin loyo, lamban berakselerasi, terengah-engah dan knalpot meledak-ledak.
Jadi rajin-rajinlah membersihkan dan merawat busi. Karena busi yang terawat akan mendukung mesin bekerja dengan baik. Bersihkan busi setiap 2.500 km dan gantilah bila telah menempuh 20.000 km (mobilku/*)




